Jumat, 21 Desember 2012

i don't know how to feel

betapa sedihnya ketika apa yang kita ciptakan dan apa yang telah kita perjuangkan ternyata membuahkan hasil yang mengecewakan. aku tidak athu mengapa semua ini terjadi. ketika angan-angan sudah di kepala, berputar berdansa menari-nari... dan pada akhirnya semua itu harus tersapu dengan rasa kekecewaan, penyesalan, air mata...
mungkin ku terlalu sombong dan merasa puas dengan apa yang ku miliki. aku tidak mmikirkan apa yang akan terjadi,, semua memang serba tergesa-gesa,
ternyata melampaui batas keinginan kita dapat berdampak tidak baik dan membuahkan penyesalan.

"ternyata ketegaran seseorang itu memiliki batas. bukan hanya kesabaran...batu karang yang berdiri kokoh ternyata dapat runtuh diterjang ombak.."

Senin, 15 Oktober 2012

if you're not the one


Aku.. mungkin aku hanyalah seorang wanita yang polos dan tak tahu apa-apa tentang cinta. Hingga detik ini aku masih bingung membedakan antara cinta dan sayang. Kau tahu?? Usiaku sudah 21 tahun dan aku baru sekali berpacaran. Memang, sebelum pacaran pun aku telah beberapa kali menyukai dan mengagumi laki-laki. Akan tetapi, setelah ku merasakan sendiri apa itu pacaran aku merasa warna hidupku lebih lengkap lagi karena kehadirannya. Walau hanya seumur jangung, sungguh banyak kenangan dan hal yang telah dilalui bersama. Tapi mengapa, lagi lagi dan lagi aku harus merasakan pahitnya cinta. Ketika ku telah mencintainya dan tidak ingin kehilangannya, dia tega pergi meninggalkan aku, sendiri disini. Ketika ku sedang membutuhkan kasih sayang dan semangat dari orang yang ku anggap telah menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Begitu teganya dan begitu mudahnya ia memutuskan suatu hal yang mungkin masih ada solusi untuk memperbaikinya. Tidakkah ia berpikir dahulu sebelum berucap?? Tidakkah ia memikirkan perasaanku sebelum melakukannya?? Tidak adakah secuil perasaan cintanya yang dulu sering ia lontarkan?? Aku sungguh tak menyangka. Laki-laki yang baru aku temui lagi setelah 7 tahun tak berjumpa, hanya terbalaskan dalam waktu 4 bulan saja!! Mulai dari aku bertemu lagi dengannya hingga aku harus melupakan segalanya, hanya 4 bulan! 

Lama tak berjumpa, ia datang kembali dengan dirimu yang masih sama seperti 2 bulan yang lalu. Ia seperti oasis ditengah gersangnya pasir gurun. Ia membawa angin sejuk dan harapan-harapan yang dulu pernah tertancap. Ia menyadarkanku kembali betapa rasa cinta tidak bisa hilang secepat kilat. Cinta dan rindu yang sempat luntur kini kembali menemukan warnanya, hingga ia berkata “aku butuh kamu”. Sesungguhnya aku bahagia, sangat bahagia. Namun entah mengapa, aku merasa semua itu hanya sementara lagi. Seperti tidak ada kesungguhan lagi seperti dulu ia melontarkan kata cinta dan sayang. Entahlah. Seperti tidak ada rasa kepercayaan lagi yang ku tancapkan pada dirinya, mungkin karena aku sudah terlanjur sakit hati. Berbagai pertanyaan telah tersemat dibenakku. Apakah ia serius dengan perkataannya itu? Apakah ia sadar atas apa yang telah ia katakan itu? Apakah ia tahu bahwa dulu ia telah menyakitiku? Apakah setelah aku kembali padanya ia akan menjaga dan mempertahankanku (lebih tepatnya hubungan ini)? Tidakkah ia merasakan sakit dan betapa terbelenggunya hati ini? Dan, haruskah aku kembali padanya? Ia bilang ia membutuhkanku untuk sebagai penyemangat dan pengingat baginya. Tidak! Aku bukan cheerleader yang selalu menjadi penyemangatnya, atau jam wekker yang setiap saat mengingatkan dirinya. Aku tidak mau menjadi 2 hal itu. Aku ingin dengan tulus menyemangati karena aku sayang padanya. Aku ingin tulus menjadi pengingatnya karena aku perduli atas apa yang ia lakukan. Dan aku ingin ia tulus membutuhkanku karena ia mencintaiku. Hanya itu yang ku inginkan. Dan entah akan terjadi atau tidak harapan-harapan kecilku itu. Dan semua itu, akan Tuhan yang menjawabnya…

Jumat, 27 Juli 2012

Miss


Sebut aku munafik jika aku tidak merasakan rindu kepada seseorang yang aku sayangi, orang yang telah aku cintai…

Entah apa perasaan yang sering menghinggapi hati ini. Kegelisahan yang kian ku rasakan. Apa karena seseorang itu???

Jenis obat apa yang dapat menghilangkan kegelisahan hati ini?? Haruskah ku pendam terus rasa yang menyesakkan dada ini? Haruskah ku menahan gejolak yang ku rasakan didalam dada ini. Didalam diri ini?? Aku tiada sanggup! Aku telah mencintainya. Aku terlanjur mencintainya…

Kini…kian lama ku jalani, kian ku merasakan ada jarak yang semakin memisahkan dua raga ini. Entah apa yang mampu memisahkannya. Tiap hariku merasakan kehampaan dalam jiwa. Hati tetap bergejolak, namun terasa hampa.  Dan entah sampai kapan ku merasakan sesaknya ruang didada ini.

Yang ku rindu, yang ku sayang, yang ku cinta… kini ku tak tahu dimana keberadaannya, sedang apa ia, dan masihkah ada secuil perasaan dan rindu yang tersisa untukku. Seperti dulu ia menyapaku dengan indahnya. Mengalun, membuai laksana semilir angin di pantai. Mungkin ku terlalu naïf dengan memuntahkan semua rasa yang bergejolak dihati. Namun inilah perasaan yang kurasakan sekarang.

Aku.. tidak hanya ingin dicintai olehnya. Namun aku ingin menjadi orang yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Inginku… sama-sama meraih cita dan cinta bersamanya. Hanya itu… tidak lebih dan tidak kurang.


To:beloved


“Sometime I felt fly so high. But sometime I felt fallin’ down into deepest ocean. I just can enjoy it without any people knew. And I will enjoy it feelings that has been saved in the truth memory storages, my brain and also my heart.”

Kamis, 10 Mei 2012

Bohong??


Jika kita tidak ingin dibohongi oleh orang lain, maka janganlah pernah kita membohongi orang lain. Mungkin itu merupakan ungkapan atau kiasan yang mencerminkan masih adanya karma selama kita masih hidup di dunia yang fana ini. Ada pula ungkapan “jangan pernah meminta seseorang untuk tidak berbohong kepadamu, namu kamu sendiri telah lebih dulu membohongi orang itu”. Semua perbuatan yang kita lakukan pasti ada balasannya. Begitu pula semua pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita pasti akan ada jawabannya. Tergantung perbuatan apa yang akan dan sudah kita lakukan. Kalau kita mengharapkan balasan yang baik dan mendapatkan ridho Illahi, secara otomatis Tuhan pasti menginginkan kita untuk berbuat baik terlebih dahulu.  Mungkin jaman sekarang banyak orang yang berbohong karena menurut mereka, mereka berbohong demi kebaikan. Akan tetapi bagaimanapun juga, yang namanya berbohong adalah berbohong. Mengatakan atau melakukan suatu hal yang tidak benar. Aku pun baru mengerti, terkadang hati dan mulut tidak bisa diajak berkompromi. Dalam hati mengatakan A, tapi dimulut mengatakan B. mungkin itu namanya munafik. Tapi setidaknya dalam diri ini ingin sekali terus belajar untuk jujur terhadap suatu hal. Kalau kita jujur, bukan berarti kita polos atau orang yang bodoh. Setiap hati manusia itu tidak ada yang bisa menebak. Hanya si empunya dan Penciptanya yang dapat mengetahui isi hati tersebut. Tapi pada intinya, perbuatan dan tatapan mata tidak dapat membohongi segala rasa… itulah cinta.

Minggu, 22 April 2012

Angin


Terkadang ia datang begitu cepat

Terkadang ia datang tanpa mengenal  tempat, waktu, bahkan seseorang

Sapaannya membuat jantung setiap insan berdegup kencang

Mendesir seperti pasir yang tertiup angin

Membuat akal menjadi tak berakal

Mendamba mengharap dibuai oleh alunan irama

Alunan irama yang terkomposisi nada dengan sempurnanya…cinta…

Cinta.. satu kata yang abstrak

Namun terasa setiap insan dapat merasakan keberadaannya

Ingin memilikinya, seutuhnya…

Cinta…seperti angin yang berhembus menyentuh sanubari

Menyentuh hati, dengan menyampingkan logika

Hanya hati yang dapat merasakannya

Hingga mulut pun tak sanggup lagi berucap

Tatkala hembusan angin cinta datang menyapa

Terbuai, terlelap, merona karena mahadaya cinta

Namun, manakala angin itu berlalu

Dan membiarkan setiap insan masih terlena karena buaiannya

Mungkin laksana seorang rabun jauh yang kehilangan kacamata

Dapat melihat dunia, tapi tak tahu apakah dunia ini indah atau tidak

Meraba-raba, menerka-nerka

Sampai angin cinta berhembus kembali…

Mahadahsyatnya angin cinta itu

Yang dapat membuat setiap insan terlena dan terjaga...

Minggu, 18 Maret 2012

Kenangan

Mungkin Tuhan menciptakan waktu untuk membuat kenangan. Waktu yang telah berlalu sudah pasti akan menjadi kenangan-kenangan tersendiri bagi setiap insan. Disetiap waktu yang terlewati akan menciptakan kenangan. Ada kenangan indah, ada pula kenangan yang tidak indah. Aku tidak ingin mengatakan kenangan yang buruk karena menurutku kenangan itu diciptakan untuk diingat dan disimpan dalam memori otak. Setiap kenangan tercipta dengan keunikannya masing-masing. Apapun kenangan itu…
Kalau kita berbicara tentang kenangan indah, memori otak kita pasti akan mengeluarkan kembali hal-hal apa saja yang pernah terjadi yang membuat hati kita bahagia. Saat-saat masa kecil kita ketika kita untuk pertama kalinya sekolah di taman kanak-kanak. Saat kita dibelikan sepeda baru oleh ayah. Saat ulang tahun kita dirayakan dengan meriahnya beserta dengan kue tart yang cantik dan kado-kado yang beraneka ragam. Saat-saat dimana untuk pertama kalinya kita menginjakkan kaki di sekolah menengah, bekenalan, menjalin persahabatan dengan orang banyak. Ketika kita mulai memiliki perasaan yang berbeda dengan lawan jenis, berkenalan dengannya atau bahkan menjalin hubungan dengannya. Saat-saat dimana kita harus menginggalkan seragam putih abu-abu. Saat mulai menjajaki dunia kampus dan bertemu dengan bermacam-macam orang dan menjalin kembali hubungan persahabatan dengan orang-orang berintelektual itu, bahkan saat kita menemukan kembali seseorang yang mampu menemani hari-hari kita ketika berkelut dengan matakuliah. ketika kita bermain, belajar bersama dan berjuang meraih gelar sarjana dengan rekan-rekan. Ketika kita mulai menjajaki dunia kerja yang penuh dengan lika-liku. Hingga kita menemukan seseorang yang benar-benar mampu menjadi teman hidup kita yang akan memberikan kenangan-kenangan indah disetiap hari kita. Tanpa diminta pun, semua itu akan tersimpan dalam memori otak kita. Tidak berbeda dengan hal-hal yang kurang menyenangkan yang menjadikan kenangan tidak indah ketika mengingatnya. Kegagalan, keputusasaan, dibohongi, dicampakkan, ditinggal atau mungkin meninggalkan, dikecewakan, dihina hingga menimbulkan dendam. Yang kesemuanya itu tanpa diminta akan dengan sendirinya tersimpan dalam memori. Tergantung bagaimana kita memperlakukan kenangan-kenangan itu.
Dan menurutku, seharusnya kenangan dapat menjadikan kita bersikap lebih bijak dan dewasa lagi dalam menghadapi segala hal. Kenangan bukan hanya untuk disimpan dan diingat, tapi juga dijadikan sebagai guru yang dapat mengajarkan kita untuk membuat kenangan yang kurang indah menjadi indah dan kenangan yang indah menjadi lebih indah. Guru itulah yang kita sebut dengan PENGALAMAN…