Minggu, 22 April 2012

Angin


Terkadang ia datang begitu cepat

Terkadang ia datang tanpa mengenal  tempat, waktu, bahkan seseorang

Sapaannya membuat jantung setiap insan berdegup kencang

Mendesir seperti pasir yang tertiup angin

Membuat akal menjadi tak berakal

Mendamba mengharap dibuai oleh alunan irama

Alunan irama yang terkomposisi nada dengan sempurnanya…cinta…

Cinta.. satu kata yang abstrak

Namun terasa setiap insan dapat merasakan keberadaannya

Ingin memilikinya, seutuhnya…

Cinta…seperti angin yang berhembus menyentuh sanubari

Menyentuh hati, dengan menyampingkan logika

Hanya hati yang dapat merasakannya

Hingga mulut pun tak sanggup lagi berucap

Tatkala hembusan angin cinta datang menyapa

Terbuai, terlelap, merona karena mahadaya cinta

Namun, manakala angin itu berlalu

Dan membiarkan setiap insan masih terlena karena buaiannya

Mungkin laksana seorang rabun jauh yang kehilangan kacamata

Dapat melihat dunia, tapi tak tahu apakah dunia ini indah atau tidak

Meraba-raba, menerka-nerka

Sampai angin cinta berhembus kembali…

Mahadahsyatnya angin cinta itu

Yang dapat membuat setiap insan terlena dan terjaga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar