Minggu, 18 Maret 2012

Kenangan

Mungkin Tuhan menciptakan waktu untuk membuat kenangan. Waktu yang telah berlalu sudah pasti akan menjadi kenangan-kenangan tersendiri bagi setiap insan. Disetiap waktu yang terlewati akan menciptakan kenangan. Ada kenangan indah, ada pula kenangan yang tidak indah. Aku tidak ingin mengatakan kenangan yang buruk karena menurutku kenangan itu diciptakan untuk diingat dan disimpan dalam memori otak. Setiap kenangan tercipta dengan keunikannya masing-masing. Apapun kenangan itu…
Kalau kita berbicara tentang kenangan indah, memori otak kita pasti akan mengeluarkan kembali hal-hal apa saja yang pernah terjadi yang membuat hati kita bahagia. Saat-saat masa kecil kita ketika kita untuk pertama kalinya sekolah di taman kanak-kanak. Saat kita dibelikan sepeda baru oleh ayah. Saat ulang tahun kita dirayakan dengan meriahnya beserta dengan kue tart yang cantik dan kado-kado yang beraneka ragam. Saat-saat dimana untuk pertama kalinya kita menginjakkan kaki di sekolah menengah, bekenalan, menjalin persahabatan dengan orang banyak. Ketika kita mulai memiliki perasaan yang berbeda dengan lawan jenis, berkenalan dengannya atau bahkan menjalin hubungan dengannya. Saat-saat dimana kita harus menginggalkan seragam putih abu-abu. Saat mulai menjajaki dunia kampus dan bertemu dengan bermacam-macam orang dan menjalin kembali hubungan persahabatan dengan orang-orang berintelektual itu, bahkan saat kita menemukan kembali seseorang yang mampu menemani hari-hari kita ketika berkelut dengan matakuliah. ketika kita bermain, belajar bersama dan berjuang meraih gelar sarjana dengan rekan-rekan. Ketika kita mulai menjajaki dunia kerja yang penuh dengan lika-liku. Hingga kita menemukan seseorang yang benar-benar mampu menjadi teman hidup kita yang akan memberikan kenangan-kenangan indah disetiap hari kita. Tanpa diminta pun, semua itu akan tersimpan dalam memori otak kita. Tidak berbeda dengan hal-hal yang kurang menyenangkan yang menjadikan kenangan tidak indah ketika mengingatnya. Kegagalan, keputusasaan, dibohongi, dicampakkan, ditinggal atau mungkin meninggalkan, dikecewakan, dihina hingga menimbulkan dendam. Yang kesemuanya itu tanpa diminta akan dengan sendirinya tersimpan dalam memori. Tergantung bagaimana kita memperlakukan kenangan-kenangan itu.
Dan menurutku, seharusnya kenangan dapat menjadikan kita bersikap lebih bijak dan dewasa lagi dalam menghadapi segala hal. Kenangan bukan hanya untuk disimpan dan diingat, tapi juga dijadikan sebagai guru yang dapat mengajarkan kita untuk membuat kenangan yang kurang indah menjadi indah dan kenangan yang indah menjadi lebih indah. Guru itulah yang kita sebut dengan PENGALAMAN…