Selasa, 22 Februari 2011

My Unforgettable Moment

Saat aku menulis kisah ini, mungkin aku harus mengumpulkan kembali serpihan-serpihan kenanganku yang telah berserakan. Yang telah berhamburan didalam memori otakku. Entah apa yang aku rasakan ketika kenangan-kenangan itu mulai berkumpul menjadi satu. Bukan seperti perasaan ketika seseorang menyatakan cinta padaku, atau bukan seperti seorang pegawai yang baru saja menerima gajinya, atau bahkan bukan seperti perasaan seorang anak kecil yang mainannya rusak karena temannya sendiri. Kenangan yang mungkin orang lain menganggapnnya hanya kenangan biasa. Tapi kenangan ini sungguh luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupku. Kisah ini kisah yang tidak mungkin aku lupakan. Unforgettable moment…

Mungkin aku dilahirkan sebagai anak yang tumbuh dengan penuh kasih sayang dari orang tua dan keluarga. Mamaku, dia adalah satu-satunya orang yang paling aku sayangi. Diapun juga sangat menyayangiku. Sampai-sampai orang lain menganggapku ini anak mami. Anak manja… Tapi aku tidak peduli dengan julukan-julukan itu. Toh nikmatnya kasih sayang dan perhatian mama, aku sendiri yang merasakannya. Tapi dibalik kasih sayang dan perhatiannya itu, mama telah lama menahan sakit yang dideritanya. Diabetes… ya, mamaku telah lama mengidap penyakit itu. Tapi, dalam hati aku merasa bangga punya mama seperti mamaku. Dia punya semangat hidup yang tinggi, bakhan melebihi diriku ini. Apa yang mama lakukan pasti akan membawa manfaat. Terutama untuk anak-anaknya. Bahkan saat Sang Khaliq memanggilnya.

Kesedihanku memuncak saat aku mulai beranjak dewasa dan ingin mencari jati diri. Sebagai orang yang lahir dibulan februari, aku sudah punya rencana dan angan-angan ingin merayakan hari ulang tahunku yang pada saat itu genap berusia 17 tahun. Aku juga ingin mengundang teman-teman sekelas dan juga dia. J tapi, beberapa hari sebelum hari ulang tahunku rencana itu hilang bagaikan pasir pantai yang mengikis karena deburan ombak. Aku merasa sedih. Tapi muncul ide baru dalam otakku untuk memutuskan merayakan hari 17 tahunku dengan saudara terdekat dan sahabat-sahabatku. Jika dibayangkan, memang tidak seindah remaja-remaja lainnya yang merayakan sweet seventeen-nya bersama teman-teman, orang tua, kue tart, kado-kado, lilin-lilin yang cantik dan first cake untuk doi. Tetapi, aku sangat bahagia ketika pada hari kamis, 21 februari 2008, aku mendapatkan surprise dari teman-teman sekelasku (XII Soc 4) dan Mr. Cliff (guru English conversation-ku). Mereka menyanyikanku lagu “happy birthday to you” untukku. Sungguh, aku sangat bahagia. Mataku mulai panas karena terharu. Ulang tahun yang tidak mewah, tapi begitu berkesan. J pada lain kesempatan, dua sahabatku, Ade dan Gadis, mereka seperti melupakan hari ulang tahunku. Sepanjang hari kamis disekolah, mereka cuek padaku. Aku sempat sedih dan sedikit kecewa. Sahabat-sahabat yang aku harapkan dapat menghibur aku disaat hari ulang tahunku, hari itu seperti bersikap acuh tak acuh padaku. Tapi, ternyata mereka berdua kompakan untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke aku. Pada malam hari tentunya…

Aku berencana ingin merayakan ultahku pada tanggal 23 februari. Sahabat dan teman-teman dekatku telah aku undang. Tapi tiba-tiba, penyakit mamaku kambuh. Kedua kakakku mengantar mama ke rumah sakit. Setelah pulang dari rumah sakit, mama langsung duduk disofa ruang tamu. Aku langsung menghampiri mama. Matanya begitu sayu dan raut wajahnya sedikit murung. Aku bertanya padanya,”ma, tadi kata dokter, apa?”

Mamaku menjawab,”nay, mama harus dirawat dirumah sakit…” sungguh aku sangat terkejut mendengar kalimat itu. Aku hanya bisa terdiam. “mana besok inay mau ngerayain ulang tahun… mama bingung jadinya…” dan kata-kata itu telah membuat air mataku tak tertahankan lagi. Aku menangis. Kukumpulkan kekuatanku untuk tetap tegar dan kuat. Aku harus mengeluarkan sepatah dua kata dari bibirku. Nangisku bukan karena acara ulang tahunku, tapi karena mendengar pernyataan kalau mamaku harus di opname. “kenapa mama mesti bingung… mama ga usah mikirin acara ulang tahun inay. Inay nggak apa-apa kok kalu ga dirayain…” akhirnya aku dapat mengeluarkan apa yang ingin kuucapkan walau dengan nada yang terbata-bata. “tapi kan inay pengen banget dirayain. Trus, inay juga udah undang teman-teman kan?” mamaku menitikkan air matanya. Tangisanku semakin tersedu-sedu. Tidak ada lagi kata-kata yang bisa aku ucapkan dari mulut ini. Aku sungguh sedih.

Dan malam harinya, mamaku dirawat disebuah rumah sakit di bilangan Jakarta selatan. Saat itu aku dan bapak yang akan menginap dan menemani mama. Selama mama masih hidup, baru kali itu dia harus dirawat di rumah sakit. Sebenarnya sudah sering dokter menganjurkan untuk opname. Tapi mamaku tidak pernah mau. Dia lebih ingin meminum obat yang tiap 6 jam sekali harus dia telan. Serta insulin yang hharus ditusuk dibadannya saat dia hendak makan. Aku sungguh tidak tega setiap kali melihat mama menahan sakit yang luar biasa itu.

Sepanjang malam itu, aku tidak bisa tidur. Untuk memejamkan matapun aku tak bisa. Diriku selalu terjaga karena lamunan-lamunan yang tidak kuinginkan. Sepanjang malam itu pula, hatiku tak henti-hentinya menangis. bukan karena aku harus tidur dilantai atau karena acara ulang tahunku. Tapi hatiku sedih melihat mama terbaring lunglai ditempat tidur rumah sakit. Dan yang paling membuatku sedih, Mama tetap bersikukuh agar aku merayakan ulang tahunku…walau tanpa mama…

Dan ulang tahunku yang ke-17 itu, merupakan ulang tahunku yang terakhir bersama mama. 17 tahun… usia yang sangat bermakna dimana mau tidak mau aku harus berubah menjadi anak yang tegar dan kuat. Yang harus mencari jati diri dan cita-cita tanpa tuntunan dan kasih sayang seorang mama lagi. Karena pada bulan juli 2008 mama harus pergi…






inay_

Sabtu, 05 Februari 2011

Khasiat Brokoli Bagi Tubuh


TENTUNYA, Anda semua mengenal jenis sayuran yang satu ini. Bentuk khas yang berkerut-kerut membuat sayuran itu begitu mudah diingat. Ya, apalagi kalau bukan brokoli. Brokoli memiliki nama latin Brassica Oleracea. Brokoli merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan (Brassicaceae). Oleh bangsa Yunani kuno, tanaman yang berasal dari daerah timur tengah ini sudah sejak lama dibudidayakan. Dan sayuran yang mengandung banyak vitamin C ini mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1970-an. Sampai saat ini brokoli sudah sangat popular sebagai bahan pangan. Sudah sejak lama jenis sayuran yang mirip dengan kembang kol ini dipercaya memiliki khasiat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah untuk mengatasi segala urusan lambung. Seperti sayuran lainnya, brokoli kaya akan provitamin A atau karotenoid, vitamin E, asam folat dan vitamin C. Menurut beberapa pakar kecantikan, vitamin A pada brokoli mengandung antioksidan yang lebih baik dibandingkan antioksidan yang dimiliki oleh vitamin C. Selain itu, manfaatnya pada peremajaan kulit sangat baik karena revitalisasi evitel vitamin A dapat menghambat dan memperlambat penuaan pada kulit. Itu adalah salah satu dari sekian manfaat brokoli. Berikut beberapa ulasan mengenai manfaat brokoli serta cara mendapatkannya. Mengatasi Semua Masalah Lambung Brokoli bermanfaat untuk mengatasi sembelit. Dari masalah yang paling ringan. Brokoli mengandung nutrisi, fivonoid, dan serat. Seperti kita tahu bahwa serat dibutuhkan oleh tubuh untuk memperlancar proses pencernaan. Dan serat pada brokoli dapat mencegah timbulnya konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan sembelit. Penelitian terbaru dan lebih spesifik memberikan gambaran bahwa brokoli mampu menekan resiko beragam gangguan pencernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut. Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli menemukan fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama 2 bulan dapat melindungi menusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, dan kanker perut. Zat yang terdapat dalam brokoli yang paling penting untuk mencegah urusan lambung adalah sulforaphane juga mampu meningkatkan produksi enzim di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen (menyebabkan kanker) yang dan mengeluarkannya dari sel. Selain itu, sulforaphane memiliki kemampuan untuk membunuh Helicobacter pylori (kuman pengganggu kerja lambung). Dan dalam dunia medis, kuman tersebut adalah penyebab utama luka dan kanker dan lambung. Mencegah kerusakan sel pembuluh darah pada penyakit diabetes. Selain untuk urusan lambung, peneliti dari Universitas Warwick meyakini jika sulforaphane memiliki peran dalam memulihkan kembali pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum ditemui di kalangan orang tua. Penyakit aktivitas sehari-hari penderitanya. Sebenarnya sudah sejak lama brokoli diyakini memiliki peranan penting untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Banyak peneliti yang menduga bahwa brokoli mengandung senyawa antiacetylcholinesterase. Dalam penelitian yang dilakukan oleh King College di London, brokoli dianggap memiliki sifat antiacetylcholineaterase paling kuat. Cara Mengambil Manfaat dari Brokoli Untuk mendapatkan manfaat yang sudah disebutkan di atas, tentunya tak lantas begitu saja Anda bisa membeli brokoli dan mengonsumsinya. Kemudian berharap mendapatkan manfaatnya. Brokoli yang bagus memiliki warna hijau gelap dan bertekstur jelas kasar. Ada beberapa cara untuk mengonsumsi brokoli, supaya Anda tetap mendapatkan manfaat bagi kesehatan. Bila Anda menyukai sayuran segar, brokoli bisa Anda konsumsi langsung. Atau bisa juga Anda jadikan sebagai salah satu isi lalapan dan juga dicampur dengan sayuran lain untuk salad. Pilihan lain, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus. Bila Anda tak terlalu suka mengonsumsi langsung, Anda bisa memilih untuk merebus terlebih dahulu. Namun perlu diperhatikan, sebaiknya Anda tak mengukus atau merebus brokoli lebih dari 5 menit 1 inchi di atas air mendidih. Karena kandungan sulforaphane bisa hilang bila brokoli terlalu lama dimasak. Dan perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam brokoli segar lebih tinggi dibanding pada brokoli yang direbus atau kukus terlalu matang. Bila ingin mencuci brokoli, sebaiknya Anda lakukan dengan mencucinya pada air kran yang dingin. Dan sebaiknya Anda jangan merendam brokoli karena zat aktif maupun nutrisinya dapat larut dalam air.