Jumat, 29 April 2011

SWIS Cenderawasih 1

Pengalaman yang satu ini juga nggak kalah serunya dibandingkan pengalaman-pengalamanku yang lain. Bisa diartikan kalau pengalaman ini merupakan pengalaman yang paling berkesan selama aku sekolah di SMA Cendrawasih 1 Jakarta.

Dulu, dari ekskul Rohis, diadakan semacam studi tour ke luar kota. Lebih tepatnya acara tersebut bernama “SWIS / Study Wisata Islam”. Sahabatku, Ade, dia mengajakku dan Gadis untuk mengikuti acara tersebut. Sebenarnya aku sedikit enggan untuk ikut acara itu. Karena acara tersebut merupakan acara diluar sekolah. Aku takut akan hal-hal yang terjadi diluar dugaan. Ataupun ketidaksesuaiannya nanti. Tapi setelah beberapa hari, aku berubah pikiran. Aku penasaran dan ingin mencoba. Alhasil, akupun meminta izin pada orang tuaku. Begitu pula dengan Ade dan Gadis. Dan kamipun diizinkan untuk mengikuti acara tersebut. Salah satu temanku, Kinanti juga ikut serta dalam acara SWIS tersebut. Kamipun mendaftarkan diri pada ketua pelaksana. Ternyata acaranya diadakan di daerah Curug, Cilember, Jawa Barat. Sebuah daerah pegunungan yang menurutku cocok untuk dijadikan tempat study tour sekaligus refreshing…hehe…

Ketua pelaksana pun memberikan penjelasan mengenai kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di kota sejuk tersebut. Yup! Yang pasti, kegiatan social dan keagamaan seperti muhasabah, tadarusan, lomba-lomba yang memicu kebersamaan satu sama lain dan out bond! Aku sangat penasaran untuk kegiatan yang satu itu. Tapi, terlintas dalam pikiran kami, kami akan tidur dimana? Akankah tempatnya senyaman yang aku bayangkan selama ini? sebuah villa dengan teras dan halaman bermain yang luas, villa bertingkat dimana banyak kamar-kamar tidur dengan kasur yang empuk dan selimut yang tebal? Kemudian dihalaman belakang villa tersebut akan terdapat sebuah kolam renang? Semua pertanyaan itu kembali muncul dalam benakku dan teman-temanku.

Hingga ketika sekitar 1 / 2 hari sebelum keberangkatan kami, diadakan breafing akan kejelasan apa-apa yang harus dibawa dan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan disana. Kami pun berkumpul untuk mendengarkan pengarahan yang diberikan oleh pembimbing dan ketua pelaksana.

Hingga tiba saat yang ditunggu-tunggu, kamipun berangkat ke Desa Curug. Seperti biasa, kami berkumpul disekolah tercinta. Karena berangkat pagi, kamipun harus tiba disekolah sekitar pukul 07.00. sungguh, aku mengira kami akan menggunakan bus pariwisata yang berAC dan nyaman hingga tiba sampai tujuan. Tapi??! Oh Tuhan, tronton! Yup. Pihak panitia ternyata menggunakan mobil tronton untuk kami pergi ke Curug! Mobil tentara yang bangku-bangkunya saling berhadapan. Tinggi dan besar. Ya, memang untuk mencapai medan terberat di Curug, bus pariwisata biasa tidak bisa melewatinya. Makanya, trontonlah yang mampu melewati jalanan yang sulit dilalui. Panitia menyiapkan 2 mobil tronton besar. Yang satu untuk anak perempuan, dan yang satunya untuk anak laki-laki. Karena pesertanya yang ikut banyak, maka mobil itupun terasa sesak dan sangat sangat penuh! Berjubal tak keruan. Memang rada sedikit kesal. Tapi aku dan yang lainnya mencoba untuk menikmatinya. Karena aku berpikir, nanti juga akan terbalaskan dengan pemandangan yang indah dan kamar tidur yang empuk + selimut tebal…hehe.. perjalanan 4 jam pun kami tempuh dengan suka cita.

Akan tetapi, setibanya di desa Curug perjalanan yang terjal membuat mobil besar itu mengalami kesulitan juga dalam melewatinya. Alhasil, supir dan pantia meminta kami untuk turun sebagian agar mobil dapat berjalan dengan lancar. Aku dan teman-temanku pun turun dari mobil itu. Sungguh.. badanku yang tambun ini sangat mengalami kesulitan dalam menanjaki jalanan menuju bukit itu. Salah satu temanku pun yang memiliki fisik yang sama denganku, ia sangat kecewa dan memendam rasa marah yang luar biasa. Mungkin karena ia lelah. Aku mencoba untuk bersabar dan tetap mencoba menikmati perjalanan yang luar biasa itu. Akan tetapi rasa letihku akhirnya semakin menjadi-jadi dan tanpa kusadari aku merasa muak karena jalanan yang selalu menanjak itu. Ada rasa sedikit kecewa karena panitia tidak membeitahu sebelumnya tentang medan perjalanan yang akan kami tempuh. Aku menangis karena lelah. Tapi sahabat-sahabatku lah yang membuat diriku harus kuat dan tegar hingga sampai di suatu pondokan. Ada 1 pondok luas yang terbuka. Disitu kami dikumpulkan. Di bukit-bukit ada pondok-pondok kecil yang tertutup. Ada sekitar 10 sampai 15 pondok untuk anak perempuannya. Agak jauh dari pondok aula tersebut, ada sebuah bangunan yang lumayan besar. Disitulah tempat anak-anak laki beristirahat. Setelah mendapat pengarahan, kami diizinkan untuk memilih kamar pondok tersebut dan beristirahat sejenak sebelum melakukan kegiatan-kegiatan di hari pertama dalam acara SWIS itu.

Tidak tahu karena sial atau apa, aku dan teman-temanku mendapat kamar pondok yang paling ujung. Disebelahnya ada tebing yang terjal dan dibawahnya mengalir sungai yang lumayan deras. Aku, Ade, Gadis, dan Kinanti berada dalam 1 kamar. Karena 1 kamar dibatasi untuk 4-5 orang. Tiap kamar hanya ada 1 matras tipis. Tidak ada kasur tebal, bantal apalagi selimut! Oh Tuhan kami telah salah menduga! Kami tidak ada yang bawa alat-alat tidur seperti selimut ataupun kain. Dan aku tidak berpikir jikalau nanti malam kami disergap oleh dinginnya angin pegunungan. Tapi toh aku tidak peduli dengan keadaan kamar yang seperti itu. Mungkin karena saat itu masih siang. Tak berapa lama kamipun melakukan kegiatan dihari pertama. Semacam kegiatan motivasi gitu untuk bersosialisasi. Serta ada kegiatan out bond di sungai yang aku sebut tadi. Sungguh pengalaman yang berkesan dalam memori otakku. Kami melalui sungai itu dan out bond nya. Aku hanya mencoba flying fox. Karena aku takut tidak bisa berenang (haha…), aku tidak melakukan terjun bebas dari ketinggian lebih kurang 4 meter. Tapi sangat menyenangkan! Karena kami semua membaur jadi satu kesatuan. Saling kenal dan akrab. Aku suka dengan keadaan seperti itu. Walau makan hanya dengan mie instan dan dengan keadaan tempat penginapan seperti itu, toh aku tak mempermasalahkannya. Karena di tempat ini, aku mendapatkan teman-teman dan pengalaman baru dalam hidupku. Aku belajar cara memahami orang, aku belajar menolong orang lain yang sedang kesusahan, kami saling tolong menolong, aku belajar bekerjasama dengan orang-orang yang baru aku kenal maupun dengan orang-orang yang sudah ku kenal, ada persahabatan baru yang muncul karena acara unik ini. Sungguh luar biasa!

Hingga malam harinya, kami diizinkan balik ke kamar masing-masing. Dan baru aku sadari kalau lampu kamarku kosleting! Alhasil kami tidur tanpa lampu sedikitpun. Aku mulai merasakan risih. Angin malam kurasakan telah menusuk tulangku. Aku tak mau tidur tanpa lampu! Tapi apa mau dikata, pengurus pondok-pondok itu tidak bisa mengganti lampu yang telah konslet itu. Dan kami harus berbesar hati untuk tidur tanpa lampu. Akan tetapi, sahabatku Ade, ia mulai diserang kedinginan yang luar biasa. Kami bertiga kebingungan. Karena diantara kami berempat tidak ada yang bawa selimut ataupun kain sarung. Sepanjang malam kami tidak bisa tidur dengan pulas. Karena hanya kamar kami yang tidak ada lampunya! Tapi sahabatku Kinanti berinisiatif untuk menggunakan lampu center yang diletakkan di jendela kecil tanpa hordeng. Seperti akuarium, aku bilang…hahaha. Tapi idenya itu membuatku sedikit bisa melelapkan mata ini. Begitu juga dengan Ade dan Gadis. Hingga hari baru muncul di hadapan mata kami. Kegiatan yang hampir sama seperti di hari pertama, kami melakukan out bond lagi yang lebih menantang. Akibat dari kedinginan atau masuk angin, Ade tidak ikut games yang memacu adrenalin itu di hari kedua. Begitu juga dengan Kinanti. Tapi aku dan Gadis serta teman-teman yang lainnya masih sanggup untuk mengikuti serangkaian kegiatan-kegiatan yang sudah menunggu. Out bond tentunya… ada satu air terjun yang terdapat diujung sungai itu. Dan untuk mencapainya, kami harus melakukan perjalanan didarat maupun air. Melewati hutan tropis dan mengarungi anak sungai. Entah apa yang membuatku berani untuk menyebrangi sungai itu, apa aku takut tertinggal dengan teman-temanku ataupun aku tak ingin berlama-lama berada diantara sungai dan hutan itu, aku terus berusaha menyelesaikan semua tantangan itu. Hingga aku terpisah dengan teman-teman sekelompokku. Dan Gadis tentunya. Disaat seperti itu aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar aku cepat-cepat menyusul teman-teman yang lain dan sampai ditempat penginapan. Hingga tiba di anak sungai sudah dekat dengan tempat penginapan, aku melihat Gadis seorang diri duduk di atas batu besar. Ternyata dia menungguku dari tadi. Dia bilang dia mencari-cariku karena tadi kami sempat terpencar. Aku pikir dia sudah sampai terlebih dahulu di tempat penginapan kami. Dan sesampainya kami semua di tempat penginapan, kami diberikan pengarahan untuk pulang ke Jakarta. Aku merasa lega karena baru 3 hari 2 malam aku sudah merasakan rindu yang teramat sangat dengan mamaku.

Setelah semuanya sudah rapi dan bersiap-siap untuk pulang, kamipun harus melewati lagi jalanan setapak itu untuk menuju bus tronton kami yang diparkirkan sekitar 1 km dari tempat kami menginap. Alhasil kami harus mengulangi lagi perjalanan yang penuh rintangan itu 3 hari yang lalu. Tapi karena kerinduanku akan rumah dan mama, aku melewati medan tersulit itu dengan semangat. Hingga sampai di tronton kami langsung masuk ke dalam bus tentara tersebut dan melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah. Duduk berdesak-desakan pun kami alami lagi untuuk yang kedua kalinya.

Sungguh perjalanan yang penuh kesan dan pesan. Walaupun aku merasa sedikit kecewa dengan tempat penginapannya, aku sangat berterima kasih untuk panitia-panitia pelaksana yang telah memberikan kesempatan untuk mencoba menikmati indahnya alam dan menyatukan pemikiran-pemikiran yang berbeda-beda. Serta sahabat-sahabatku yang sudah banyak sekali membantu selama kita di Curug. Dan juga orang tua yang sudah memberikan izin dan kepercaayaan untukku mengikuti kegiatan Studi Wisata Islam itu… :)


Selasa, 05 April 2011

7 Cara Merawat Rambut Agar tidak Rontok dan Subur

Buat Sobat dan anda yang memiliki Rambut Rontok dan Kusam berikut merupakan Tips dan cara agar Rambut Sobat Tumbuh Subur dan Sehat :

1)Kurangi atau hindari pemakaian shampoo dengan busa yang terlalu banyak. Karena shampoo yang memiliki busa banyak mengandung pH 7 sampai 8 yang dapat merusak asam alamiah kulit kepala yang pH-nya sekitar 5,5. Ketidakseimbangan pH dapat mengganggu pertumbuhan rambut yang sehat dan menyebabkan rambut rontok. Cobalah mengganti shampoo dengan formula rendah busa, atau gunakan shampoo bayi karena umumnya tidak mengandung detergen.

2) Conditioner bermanfaat untuk melawan sifat rambut yang alkalis. Sifat asam dalam conditioner akan menutup kutikula rambut seperti semula. Conditioner juga memberi minyak pada rambut dan membuatnya lebih bercahaya. Walau sebetulnya rambut memproduksi minyak, tetapi pada rambut yang panjang, minyak tidak sampai pada ujung rambut, dan inilah salah satu guna conditioner.

3) Sering-seringlah memijat kulit kepala. Memijat kulit kepala berfungsi untuk membantu memperlancar peredaran darah. Darah akan menuju pembuluh kapiler untuk mengantarkan makanan bagi akar-akar rambut. Tundukkan kepala ketika men-shampoo sambil memijat kulit kepala. Cara ini dapat membantu otak Anda mendapat asupan oksigen lebih baik yang dapat membantu Anda berkonsentrasi dengan lebih baik lagi.

4) Minumlah suplemen yang mengandung vitamin B6 dan Zinc, terutama jika Anda memang kurang mendapatkan asupan nutrisi tersebut dari makanan. Vitamin B5 dan B6 mengatur produksi sebum, minyak yang melumaskan folikel rambut sehingga menghasilkan batang rambut yang sehat.

5) Kurangi mengkonsumsi kopi dan soda, gantilah dengan minum smoothie buah yang kaya akan vitamin B, seperti pisang, stroberi, mangga dan buah kiwi sehingga asupan vitamin B akan bertambah banyak. Selain itu kelebihan kafein dalam tubuh malah akan menghilangkan cadangan vitamin B5 dan B6. Kacang-kacangan dan wholegrain yang kaya akan zinc juga mutlak dikonsumsi untuk mengatasi kerontokan rambut.

6) Batasi penggunaan zat kimia ataupun perlakuan fisik berlebihan pada rambut. Rambut yang diwarnai, di-rebonding, dicatok, atau diikat maupun dikeringkan dengan menggunakan hair dryer telah menyiksa rambut Anda sehingga rambut menjadi stres dan lebih rapuh.

7) Hindari stres, karena stres dapat memicu kerontokan rambut. Usahakan tidur cukup agar tubuh Anda mendapatkan cukup istirahat. Hindari rokok dan alcohol. Serta hindari diet terlalu ketat atau diet yang tak seimbang, karena kurangnya asupan protein akan mengurangi pula jatah nutrisi protein untuk pertumbuhan rambut.