Sebut aku munafik jika aku tidak merasakan rindu kepada
seseorang yang aku sayangi, orang yang telah aku cintai…
Entah apa perasaan yang sering menghinggapi hati ini.
Kegelisahan yang kian ku rasakan. Apa karena seseorang itu???
Jenis obat apa yang dapat menghilangkan kegelisahan hati
ini?? Haruskah ku pendam terus rasa yang menyesakkan dada ini? Haruskah ku
menahan gejolak yang ku rasakan didalam dada ini. Didalam diri ini?? Aku tiada
sanggup! Aku telah mencintainya. Aku terlanjur mencintainya…
Kini…kian lama ku jalani, kian ku merasakan ada jarak yang
semakin memisahkan dua raga ini. Entah apa yang mampu memisahkannya. Tiap
hariku merasakan kehampaan dalam jiwa. Hati tetap bergejolak, namun terasa
hampa. Dan entah sampai kapan ku
merasakan sesaknya ruang didada ini.
Yang ku rindu, yang ku sayang, yang ku cinta… kini ku tak
tahu dimana keberadaannya, sedang apa ia, dan masihkah ada secuil perasaan dan
rindu yang tersisa untukku. Seperti dulu ia menyapaku dengan indahnya.
Mengalun, membuai laksana semilir angin di pantai. Mungkin ku terlalu naïf
dengan memuntahkan semua rasa yang bergejolak dihati. Namun inilah perasaan
yang kurasakan sekarang.
Aku.. tidak hanya ingin dicintai olehnya. Namun aku ingin
menjadi orang yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Inginku… sama-sama
meraih cita dan cinta bersamanya. Hanya itu… tidak lebih dan tidak kurang.
To:beloved
“Sometime
I felt fly so high. But sometime I felt fallin’ down into deepest ocean. I just
can enjoy it without any people knew. And I will enjoy it feelings that has
been saved in the truth memory storages, my brain and also my heart.”