Jumat, 27 Juli 2012

Miss


Sebut aku munafik jika aku tidak merasakan rindu kepada seseorang yang aku sayangi, orang yang telah aku cintai…

Entah apa perasaan yang sering menghinggapi hati ini. Kegelisahan yang kian ku rasakan. Apa karena seseorang itu???

Jenis obat apa yang dapat menghilangkan kegelisahan hati ini?? Haruskah ku pendam terus rasa yang menyesakkan dada ini? Haruskah ku menahan gejolak yang ku rasakan didalam dada ini. Didalam diri ini?? Aku tiada sanggup! Aku telah mencintainya. Aku terlanjur mencintainya…

Kini…kian lama ku jalani, kian ku merasakan ada jarak yang semakin memisahkan dua raga ini. Entah apa yang mampu memisahkannya. Tiap hariku merasakan kehampaan dalam jiwa. Hati tetap bergejolak, namun terasa hampa.  Dan entah sampai kapan ku merasakan sesaknya ruang didada ini.

Yang ku rindu, yang ku sayang, yang ku cinta… kini ku tak tahu dimana keberadaannya, sedang apa ia, dan masihkah ada secuil perasaan dan rindu yang tersisa untukku. Seperti dulu ia menyapaku dengan indahnya. Mengalun, membuai laksana semilir angin di pantai. Mungkin ku terlalu naïf dengan memuntahkan semua rasa yang bergejolak dihati. Namun inilah perasaan yang kurasakan sekarang.

Aku.. tidak hanya ingin dicintai olehnya. Namun aku ingin menjadi orang yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Inginku… sama-sama meraih cita dan cinta bersamanya. Hanya itu… tidak lebih dan tidak kurang.


To:beloved


“Sometime I felt fly so high. But sometime I felt fallin’ down into deepest ocean. I just can enjoy it without any people knew. And I will enjoy it feelings that has been saved in the truth memory storages, my brain and also my heart.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar