Selasa, 29 November 2011
Selasa, 16 Agustus 2011
kesalahanku
Mungkin aku baru merasakannya sekarang ini. Aku memang terlahir menjadi anak yang manja dan inginnya hanya dimengerti. Aku cuek dan suka memikirkan kepentingan sendiri. Aku kurang peka dan terkadang menyebalkan.
Mungkin dibulan puasa ini Allah sengaja telah mengatur strategi untuk hidupku. Agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih matang lagi dalam menghadapi suatu masalah. Aku tidak tahu apa ini salahku, atau aku pernah melakukan kesalahan dimasa lalu. Proposal skripsi. jujur, aku tidak ada niat untuk menyombongkan diri atau mencoba melampaui prosedur yang ada. Aku hanya melihat dari sisi orang tuaku. Bapak. Beliau sangat menginginkan aku cepat lulus dari perguruan tinggi itu. Dan mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa membiarkanku mandiri. Aku juga melihat dari sisi kesempatan. Dalam arti positif tentunya. Aku hanya ingin mencoba mengajukan proposal skripsiku. Aku hanya Ingin melakukan yang terbaik dengan haasil yang terbaik. Tanpa ada maksud dan tujuan tertentu. Tapi perasaan ini memang lebih dominan yang aku gunakan. Dari awal aku mengajukan proposal skripsi, perasaanku suddah tidak enak. Pikiranku tidak tenang. Seperti melayang dan entah apa yang aku pikirkan. Dan ternyata dugaanku benar. SKS ku kurang untuk syarat mengambil skripsi. jujur, aku kecewa. Dulu, saat aku minta tanda tangan Kajur, beliau menyarankan agar aku segera mengajukan proposal skripsi. awalnya aku ragu. Tapi, atas dorongan kakak dan sahabat-sahabatku, aku memberanikan diri untuk mencoba mengajukan tugas Metlit ku sebagai proposal skripsi yang aku ajukan. Sudah berhari-hari aku belum juga melihat proposalku dimeja bu ani, pengurus pengajuan psoposal skripsi. sampai suatu hari, aku bertanya pada beliau tentang proposalku yang tak kunjung mendapatkan surat pengajuan dosen pembimbing skripsi. dan beliaupun mengatakan bahwa SKS yang telah aku ambil belum mencapai 138 SKS. Dan aku tidak diizinkan mengambil mata kuliah skripsi. tapi beruntung bu Yusro, dosen pembimbing akademikku, telah menyetujui KRS ku. Jadi aku berpikir tidak ada masalah kalau aku mengajukan kembali proposalku itu. Akhirnya hari itu juga aku kembali mengajukan proposal skripsiku dengan menutupi sedikit rasa malu ku. Hingga senin, aku kekampus dan ternyata bagian akademik telah menyetujui proposalku. Akupun mendapatkan surat permohonan bimbingan skripsi. hari selasa aku berencana meminta tanda tangan Kajur ku atas dosen pembimbing yang ingin aku ajukan. Tapi apa daya. Mungkin Allah sudah mengaturnya dengan baik, kajur membaca judul skripsiku dan langsung menolak judulku itu. Sungguh aku sangat kecewa. Hasil kerja kerasku selama semester 6 kemarin ditolak mentah-mentah layaknya melempar sampah. Aku sungguh malu. Banyak mahasiswa semester bawah dan teman-teman seangkatanku yang berada diruangan itu. Seketika pikiraku mulai kacau. Dan mau tidak mau aku harus menebalkan wajahku dari rasa malu yang teramat sangat. Aku merasa kecil. Aku merasa bodoh. Tolol dan sangat tidak berguna. Aku harus mengganti judul. Aku merasa seperti melayang dan seketika dilempar kedalam jurang. Aku keluar dari ruangan tersebut dan merasa seperti orang yang gagal. Aku tidak tahu haru kemana, harus bagaimana, harus memulai darimana, harus meminta bantuan siapa, dan apa yang akan aku katakana kepada bapak. Seketika hatiku berucap, bapak tidak boleh tahu masalah ini. Ini urusanku. Bapak hanya boleh tahu aku kuliah, dan aku lulus sebagai sarjana ekonomi. Biar masalah perkuliahanku aku saja yang merasakan dan aku lalui. Saat ini aku benar-benar membutuhkan semangat dari orang-orang sekitarku. Dan jujur aku sungguh memerlukan bantuan teman-temanku untuk memulai semuanya dari awal. Dan sampai detik ini pun aku tidak bisa berpikir apa selanjutnya yang akan aku lakukan?? Bagaimana aku harus memulainya?? Darimana aku harus memulainya?? Bagaimana kalau kejadian tempo hari terulang kembali?? Ya Allah…aku tidak dapat berpikir apa-apa. Tapi aku hanya ingin berusaha bangkit kembali. Ini hanya tersandung, nay! Bukan terjatuh!
Bulan ramadhan ini memang bulan yang sangat luar biasa. Aku berpikir hanya ada satu kendala yang aku hadapi saat ini. Tapi, Allah sungguh luar biassa memberikan nikmatNya. Handphoneku rusak. LCDnya pecah, dan bodohnya itu akibat dari ulahku sendiri. Terinjak lututku. Aku merasa pribahasa “sudah jatuh, tertimpa tangga” memang pantas aku sandang saat ini. Aku tidak kuat lagi menahan semua sendirian. Aku hanya bisa menangis dan meratapi hal-hal yang terjadi padaku selama 2 hari berturut-turut itu. Sungguh pengalaman yang tidak akan bisa aku lupakan. Dan ketika aku membutuhkan bantuan orang-orang sekitarku, aku hanya mendapat cemoohan dan kata-kata yang hanya membuatku semakin menyalahkan diriku. Yang aku rasakan saat ini hanyalah sedih dan kecewa. Semoga ada hikmah dibalik semua ini, Rabb… amin.
Rabu, 10 Agustus 2011
Jumat, 29 April 2011
SWIS Cenderawasih 1
Pengalaman yang satu ini juga nggak kalah serunya dibandingkan pengalaman-pengalamanku yang lain. Bisa diartikan kalau pengalaman ini merupakan pengalaman yang paling berkesan selama aku sekolah di SMA Cendrawasih 1 Jakarta.
Dulu, dari ekskul Rohis, diadakan semacam studi tour ke luar kota. Lebih tepatnya acara tersebut bernama “SWIS / Study Wisata Islam”. Sahabatku, Ade, dia mengajakku dan Gadis untuk mengikuti acara tersebut. Sebenarnya aku sedikit enggan untuk ikut acara itu. Karena acara tersebut merupakan acara diluar sekolah. Aku takut akan hal-hal yang terjadi diluar dugaan. Ataupun ketidaksesuaiannya nanti. Tapi setelah beberapa hari, aku berubah pikiran. Aku penasaran dan ingin mencoba. Alhasil, akupun meminta izin pada orang tuaku. Begitu pula dengan Ade dan Gadis. Dan kamipun diizinkan untuk mengikuti acara tersebut. Salah satu temanku, Kinanti juga ikut serta dalam acara SWIS tersebut. Kamipun mendaftarkan diri pada ketua pelaksana. Ternyata acaranya diadakan di daerah Curug, Cilember, Jawa Barat. Sebuah daerah pegunungan yang menurutku cocok untuk dijadikan tempat study tour sekaligus refreshing…hehe…
Ketua pelaksana pun memberikan penjelasan mengenai kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di kota sejuk tersebut. Yup! Yang pasti, kegiatan social dan keagamaan seperti muhasabah, tadarusan, lomba-lomba yang memicu kebersamaan satu sama lain dan out bond! Aku sangat penasaran untuk kegiatan yang satu itu. Tapi, terlintas dalam pikiran kami, kami akan tidur dimana? Akankah tempatnya senyaman yang aku bayangkan selama ini? sebuah villa dengan teras dan halaman bermain yang luas, villa bertingkat dimana banyak kamar-kamar tidur dengan kasur yang empuk dan selimut yang tebal? Kemudian dihalaman belakang villa tersebut akan terdapat sebuah kolam renang? Semua pertanyaan itu kembali muncul dalam benakku dan teman-temanku.
Hingga ketika sekitar 1 / 2 hari sebelum keberangkatan kami, diadakan breafing akan kejelasan apa-apa yang harus dibawa dan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan disana. Kami pun berkumpul untuk mendengarkan pengarahan yang diberikan oleh pembimbing dan ketua pelaksana.
Hingga tiba saat yang ditunggu-tunggu, kamipun berangkat ke Desa Curug. Seperti biasa, kami berkumpul disekolah tercinta. Karena berangkat pagi, kamipun harus tiba disekolah sekitar pukul 07.00. sungguh, aku mengira kami akan menggunakan bus pariwisata yang berAC dan nyaman hingga tiba sampai tujuan. Tapi??! Oh Tuhan, tronton! Yup. Pihak panitia ternyata menggunakan mobil tronton untuk kami pergi ke Curug! Mobil tentara yang bangku-bangkunya saling berhadapan. Tinggi dan besar. Ya, memang untuk mencapai medan terberat di Curug, bus pariwisata biasa tidak bisa melewatinya. Makanya, trontonlah yang mampu melewati jalanan yang sulit dilalui. Panitia menyiapkan 2 mobil tronton besar. Yang satu untuk anak perempuan, dan yang satunya untuk anak laki-laki. Karena pesertanya yang ikut banyak, maka mobil itupun terasa sesak dan sangat sangat penuh! Berjubal tak keruan. Memang rada sedikit kesal. Tapi aku dan yang lainnya mencoba untuk menikmatinya. Karena aku berpikir, nanti juga akan terbalaskan dengan pemandangan yang indah dan kamar tidur yang empuk + selimut tebal…hehe.. perjalanan 4 jam pun kami tempuh dengan suka cita.
Akan tetapi, setibanya di desa Curug perjalanan yang terjal membuat mobil besar itu mengalami kesulitan juga dalam melewatinya. Alhasil, supir dan pantia meminta kami untuk turun sebagian agar mobil dapat berjalan dengan lancar. Aku dan teman-temanku pun turun dari mobil itu. Sungguh.. badanku yang tambun ini sangat mengalami kesulitan dalam menanjaki jalanan menuju bukit itu. Salah satu temanku pun yang memiliki fisik yang sama denganku, ia sangat kecewa dan memendam rasa marah yang luar biasa. Mungkin karena ia lelah. Aku mencoba untuk bersabar dan tetap mencoba menikmati perjalanan yang luar biasa itu. Akan tetapi rasa letihku akhirnya semakin menjadi-jadi dan tanpa kusadari aku merasa muak karena jalanan yang selalu menanjak itu. Ada rasa sedikit kecewa karena panitia tidak membeitahu sebelumnya tentang medan perjalanan yang akan kami tempuh. Aku menangis karena lelah. Tapi sahabat-sahabatku lah yang membuat diriku harus kuat dan tegar hingga sampai di suatu pondokan. Ada 1 pondok luas yang terbuka. Disitu kami dikumpulkan. Di bukit-bukit ada pondok-pondok kecil yang tertutup. Ada sekitar 10 sampai 15 pondok untuk anak perempuannya. Agak jauh dari pondok aula tersebut, ada sebuah bangunan yang lumayan besar. Disitulah tempat anak-anak laki beristirahat. Setelah mendapat pengarahan, kami diizinkan untuk memilih kamar pondok tersebut dan beristirahat sejenak sebelum melakukan kegiatan-kegiatan di hari pertama dalam acara SWIS itu.
Tidak tahu karena sial atau apa, aku dan teman-temanku mendapat kamar pondok yang paling ujung. Disebelahnya ada tebing yang terjal dan dibawahnya mengalir sungai yang lumayan deras. Aku, Ade, Gadis, dan Kinanti berada dalam 1 kamar. Karena 1 kamar dibatasi untuk 4-5 orang. Tiap kamar hanya ada 1 matras tipis. Tidak ada kasur tebal, bantal apalagi selimut! Oh Tuhan kami telah salah menduga! Kami tidak ada yang bawa alat-alat tidur seperti selimut ataupun kain. Dan aku tidak berpikir jikalau nanti malam kami disergap oleh dinginnya angin pegunungan. Tapi toh aku tidak peduli dengan keadaan kamar yang seperti itu. Mungkin karena saat itu masih siang. Tak berapa lama kamipun melakukan kegiatan dihari pertama. Semacam kegiatan motivasi gitu untuk bersosialisasi. Serta ada kegiatan out bond di sungai yang aku sebut tadi. Sungguh pengalaman yang berkesan dalam memori otakku. Kami melalui sungai itu dan out bond nya. Aku hanya mencoba flying fox. Karena aku takut tidak bisa berenang (haha…), aku tidak melakukan terjun bebas dari ketinggian lebih kurang 4 meter. Tapi sangat menyenangkan! Karena kami semua membaur jadi satu kesatuan. Saling kenal dan akrab. Aku suka dengan keadaan seperti itu. Walau makan hanya dengan mie instan dan dengan keadaan tempat penginapan seperti itu, toh aku tak mempermasalahkannya. Karena di tempat ini, aku mendapatkan teman-teman dan pengalaman baru dalam hidupku. Aku belajar cara memahami orang, aku belajar menolong orang lain yang sedang kesusahan, kami saling tolong menolong, aku belajar bekerjasama dengan orang-orang yang baru aku kenal maupun dengan orang-orang yang sudah ku kenal, ada persahabatan baru yang muncul karena acara unik ini. Sungguh luar biasa!
Hingga malam harinya, kami diizinkan balik ke kamar masing-masing. Dan baru aku sadari kalau lampu kamarku kosleting! Alhasil kami tidur tanpa lampu sedikitpun. Aku mulai merasakan risih. Angin malam kurasakan telah menusuk tulangku. Aku tak mau tidur tanpa lampu! Tapi apa mau dikata, pengurus pondok-pondok itu tidak bisa mengganti lampu yang telah konslet itu. Dan kami harus berbesar hati untuk tidur tanpa lampu. Akan tetapi, sahabatku Ade, ia mulai diserang kedinginan yang luar biasa. Kami bertiga kebingungan. Karena diantara kami berempat tidak ada yang bawa selimut ataupun kain sarung. Sepanjang malam kami tidak bisa tidur dengan pulas. Karena hanya kamar kami yang tidak ada lampunya! Tapi sahabatku Kinanti berinisiatif untuk menggunakan lampu center yang diletakkan di jendela kecil tanpa hordeng. Seperti akuarium, aku bilang…hahaha. Tapi idenya itu membuatku sedikit bisa melelapkan mata ini. Begitu juga dengan Ade dan Gadis. Hingga hari baru muncul di hadapan mata kami. Kegiatan yang hampir sama seperti di hari pertama, kami melakukan out bond lagi yang lebih menantang. Akibat dari kedinginan atau masuk angin, Ade tidak ikut games yang memacu adrenalin itu di hari kedua. Begitu juga dengan Kinanti. Tapi aku dan Gadis serta teman-teman yang lainnya masih sanggup untuk mengikuti serangkaian kegiatan-kegiatan yang sudah menunggu. Out bond tentunya… ada satu air terjun yang terdapat diujung sungai itu. Dan untuk mencapainya, kami harus melakukan perjalanan didarat maupun air. Melewati hutan tropis dan mengarungi anak sungai. Entah apa yang membuatku berani untuk menyebrangi sungai itu, apa aku takut tertinggal dengan teman-temanku ataupun aku tak ingin berlama-lama berada diantara sungai dan hutan itu, aku terus berusaha menyelesaikan semua tantangan itu. Hingga aku terpisah dengan teman-teman sekelompokku. Dan Gadis tentunya. Disaat seperti itu aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar aku cepat-cepat menyusul teman-teman yang lain dan sampai ditempat penginapan. Hingga tiba di anak sungai sudah dekat dengan tempat penginapan, aku melihat Gadis seorang diri duduk di atas batu besar. Ternyata dia menungguku dari tadi. Dia bilang dia mencari-cariku karena tadi kami sempat terpencar. Aku pikir dia sudah sampai terlebih dahulu di tempat penginapan kami. Dan sesampainya kami semua di tempat penginapan, kami diberikan pengarahan untuk pulang ke Jakarta. Aku merasa lega karena baru 3 hari 2 malam aku sudah merasakan rindu yang teramat sangat dengan mamaku.
Setelah semuanya sudah rapi dan bersiap-siap untuk pulang, kamipun harus melewati lagi jalanan setapak itu untuk menuju bus tronton kami yang diparkirkan sekitar 1 km dari tempat kami menginap. Alhasil kami harus mengulangi lagi perjalanan yang penuh rintangan itu 3 hari yang lalu. Tapi karena kerinduanku akan rumah dan mama, aku melewati medan tersulit itu dengan semangat. Hingga sampai di tronton kami langsung masuk ke dalam bus tentara tersebut dan melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah. Duduk berdesak-desakan pun kami alami lagi untuuk yang kedua kalinya.
Sungguh perjalanan yang penuh kesan dan pesan. Walaupun aku merasa sedikit kecewa dengan tempat penginapannya, aku sangat berterima kasih untuk panitia-panitia pelaksana yang telah memberikan kesempatan untuk mencoba menikmati indahnya alam dan menyatukan pemikiran-pemikiran yang berbeda-beda. Serta sahabat-sahabatku yang sudah banyak sekali membantu selama kita di Curug. Dan juga orang tua yang sudah memberikan izin dan kepercaayaan untukku mengikuti kegiatan Studi Wisata Islam itu… :)
Selasa, 05 April 2011
7 Cara Merawat Rambut Agar tidak Rontok dan Subur
1)Kurangi atau hindari pemakaian shampoo dengan busa yang terlalu banyak. Karena shampoo yang memiliki busa banyak mengandung pH 7 sampai 8 yang dapat merusak asam alamiah kulit kepala yang pH-nya sekitar 5,5. Ketidakseimbangan pH dapat mengganggu pertumbuhan rambut yang sehat dan menyebabkan rambut rontok. Cobalah mengganti shampoo dengan formula rendah busa, atau gunakan shampoo bayi karena umumnya tidak mengandung detergen.
2) Conditioner bermanfaat untuk melawan sifat rambut yang alkalis. Sifat asam dalam conditioner akan menutup kutikula rambut seperti semula. Conditioner juga memberi minyak pada rambut dan membuatnya lebih bercahaya. Walau sebetulnya rambut memproduksi minyak, tetapi pada rambut yang panjang, minyak tidak sampai pada ujung rambut, dan inilah salah satu guna conditioner.
3) Sering-seringlah memijat kulit kepala. Memijat kulit kepala berfungsi untuk membantu memperlancar peredaran darah. Darah akan menuju pembuluh kapiler untuk mengantarkan makanan bagi akar-akar rambut. Tundukkan kepala ketika men-shampoo sambil memijat kulit kepala. Cara ini dapat membantu otak Anda mendapat asupan oksigen lebih baik yang dapat membantu Anda berkonsentrasi dengan lebih baik lagi.
4) Minumlah suplemen yang mengandung vitamin B6 dan Zinc, terutama jika Anda memang kurang mendapatkan asupan nutrisi tersebut dari makanan. Vitamin B5 dan B6 mengatur produksi sebum, minyak yang melumaskan folikel rambut sehingga menghasilkan batang rambut yang sehat.
5) Kurangi mengkonsumsi kopi dan soda, gantilah dengan minum smoothie buah yang kaya akan vitamin B, seperti pisang, stroberi, mangga dan buah kiwi sehingga asupan vitamin B akan bertambah banyak. Selain itu kelebihan kafein dalam tubuh malah akan menghilangkan cadangan vitamin B5 dan B6. Kacang-kacangan dan wholegrain yang kaya akan zinc juga mutlak dikonsumsi untuk mengatasi kerontokan rambut.
6) Batasi penggunaan zat kimia ataupun perlakuan fisik berlebihan pada rambut. Rambut yang diwarnai, di-rebonding, dicatok, atau diikat maupun dikeringkan dengan menggunakan hair dryer telah menyiksa rambut Anda sehingga rambut menjadi stres dan lebih rapuh.
7) Hindari stres, karena stres dapat memicu kerontokan rambut. Usahakan tidur cukup agar tubuh Anda mendapatkan cukup istirahat. Hindari rokok dan alcohol. Serta hindari diet terlalu ketat atau diet yang tak seimbang, karena kurangnya asupan protein akan mengurangi pula jatah nutrisi protein untuk pertumbuhan rambut.
Kamis, 10 Maret 2011
Kisah Sebuah Cangkir Cantik
Hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.
Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.
Kisah Sebuah Cangkir Cantik …
Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *
Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.
Seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?
Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.
Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya.
Sumber : Tausyiah Mansyur S
Selasa, 22 Februari 2011
My Unforgettable Moment
Saat aku menulis kisah ini, mungkin aku harus mengumpulkan kembali serpihan-serpihan kenanganku yang telah berserakan. Yang telah berhamburan didalam memori otakku. Entah apa yang aku rasakan ketika kenangan-kenangan itu mulai berkumpul menjadi satu. Bukan seperti perasaan ketika seseorang menyatakan cinta padaku, atau bukan seperti seorang pegawai yang baru saja menerima gajinya, atau bahkan bukan seperti perasaan seorang anak kecil yang mainannya rusak karena temannya sendiri. Kenangan yang mungkin orang lain menganggapnnya hanya kenangan biasa. Tapi kenangan ini sungguh luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupku. Kisah ini kisah yang tidak mungkin aku lupakan. Unforgettable moment…
Mungkin aku dilahirkan sebagai anak yang tumbuh dengan penuh kasih sayang dari orang tua dan keluarga. Mamaku, dia adalah satu-satunya orang yang paling aku sayangi. Diapun juga sangat menyayangiku. Sampai-sampai orang lain menganggapku ini anak mami. Anak manja… Tapi aku tidak peduli dengan julukan-julukan itu. Toh nikmatnya kasih sayang dan perhatian mama, aku sendiri yang merasakannya. Tapi dibalik kasih sayang dan perhatiannya itu, mama telah lama menahan sakit yang dideritanya. Diabetes… ya, mamaku telah lama mengidap penyakit itu. Tapi, dalam hati aku merasa bangga punya mama seperti mamaku. Dia punya semangat hidup yang tinggi, bakhan melebihi diriku ini. Apa yang mama lakukan pasti akan membawa manfaat. Terutama untuk anak-anaknya. Bahkan saat Sang Khaliq memanggilnya.
Kesedihanku memuncak saat aku mulai beranjak dewasa dan ingin mencari jati diri. Sebagai orang yang lahir dibulan februari, aku sudah punya rencana dan angan-angan ingin merayakan hari ulang tahunku yang pada saat itu genap berusia 17 tahun. Aku juga ingin mengundang teman-teman sekelas dan juga dia. J tapi, beberapa hari sebelum hari ulang tahunku rencana itu hilang bagaikan pasir pantai yang mengikis karena deburan ombak. Aku merasa sedih. Tapi muncul ide baru dalam otakku untuk memutuskan merayakan hari 17 tahunku dengan saudara terdekat dan sahabat-sahabatku. Jika dibayangkan, memang tidak seindah remaja-remaja lainnya yang merayakan sweet seventeen-nya bersama teman-teman, orang tua, kue tart, kado-kado, lilin-lilin yang cantik dan first cake untuk doi. Tetapi, aku sangat bahagia ketika pada hari kamis, 21 februari 2008, aku mendapatkan surprise dari teman-teman sekelasku (XII Soc 4) dan Mr. Cliff (guru English conversation-ku). Mereka menyanyikanku lagu “happy birthday to you” untukku. Sungguh, aku sangat bahagia. Mataku mulai panas karena terharu. Ulang tahun yang tidak mewah, tapi begitu berkesan. J pada lain kesempatan, dua sahabatku, Ade dan Gadis, mereka seperti melupakan hari ulang tahunku. Sepanjang hari kamis disekolah, mereka cuek padaku. Aku sempat sedih dan sedikit kecewa. Sahabat-sahabat yang aku harapkan dapat menghibur aku disaat hari ulang tahunku, hari itu seperti bersikap acuh tak acuh padaku. Tapi, ternyata mereka berdua kompakan untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke aku. Pada malam hari tentunya…
Aku berencana ingin merayakan ultahku pada tanggal 23 februari. Sahabat dan teman-teman dekatku telah aku undang. Tapi tiba-tiba, penyakit mamaku kambuh. Kedua kakakku mengantar mama ke rumah sakit. Setelah pulang dari rumah sakit, mama langsung duduk disofa ruang tamu. Aku langsung menghampiri mama. Matanya begitu sayu dan raut wajahnya sedikit murung. Aku bertanya padanya,”ma, tadi kata dokter, apa?”
Mamaku menjawab,”nay, mama harus dirawat dirumah sakit…” sungguh aku sangat terkejut mendengar kalimat itu. Aku hanya bisa terdiam. “mana besok inay mau ngerayain ulang tahun… mama bingung jadinya…” dan kata-kata itu telah membuat air mataku tak tertahankan lagi. Aku menangis. Kukumpulkan kekuatanku untuk tetap tegar dan kuat. Aku harus mengeluarkan sepatah dua kata dari bibirku. Nangisku bukan karena acara ulang tahunku, tapi karena mendengar pernyataan kalau mamaku harus di opname. “kenapa mama mesti bingung… mama ga usah mikirin acara ulang tahun inay. Inay nggak apa-apa kok kalu ga dirayain…” akhirnya aku dapat mengeluarkan apa yang ingin kuucapkan walau dengan nada yang terbata-bata. “tapi kan inay pengen banget dirayain. Trus, inay juga udah undang teman-teman kan?” mamaku menitikkan air matanya. Tangisanku semakin tersedu-sedu. Tidak ada lagi kata-kata yang bisa aku ucapkan dari mulut ini. Aku sungguh sedih.
Dan malam harinya, mamaku dirawat disebuah rumah sakit di bilangan Jakarta selatan. Saat itu aku dan bapak yang akan menginap dan menemani mama. Selama mama masih hidup, baru kali itu dia harus dirawat di rumah sakit. Sebenarnya sudah sering dokter menganjurkan untuk opname. Tapi mamaku tidak pernah mau. Dia lebih ingin meminum obat yang tiap 6 jam sekali harus dia telan. Serta insulin yang hharus ditusuk dibadannya saat dia hendak makan. Aku sungguh tidak tega setiap kali melihat mama menahan sakit yang luar biasa itu.
Sepanjang malam itu, aku tidak bisa tidur. Untuk memejamkan matapun aku tak bisa. Diriku selalu terjaga karena lamunan-lamunan yang tidak kuinginkan. Sepanjang malam itu pula, hatiku tak henti-hentinya menangis. bukan karena aku harus tidur dilantai atau karena acara ulang tahunku. Tapi hatiku sedih melihat mama terbaring lunglai ditempat tidur rumah sakit. Dan yang paling membuatku sedih, Mama tetap bersikukuh agar aku merayakan ulang tahunku…walau tanpa mama…
Dan ulang tahunku yang ke-17 itu, merupakan ulang tahunku yang terakhir bersama mama. 17 tahun… usia yang sangat bermakna dimana mau tidak mau aku harus berubah menjadi anak yang tegar dan kuat. Yang harus mencari jati diri dan cita-cita tanpa tuntunan dan kasih sayang seorang mama lagi. Karena pada bulan juli 2008 mama harus pergi…
inay_
Sabtu, 05 Februari 2011
Khasiat Brokoli Bagi Tubuh

TENTUNYA, Anda semua mengenal jenis sayuran yang satu ini. Bentuk khas yang berkerut-kerut membuat sayuran itu begitu mudah diingat. Ya, apalagi kalau bukan brokoli. Brokoli memiliki nama latin Brassica Oleracea. Brokoli merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan (Brassicaceae). Oleh bangsa Yunani kuno, tanaman yang berasal dari daerah timur tengah ini sudah sejak lama dibudidayakan. Dan sayuran yang mengandung banyak vitamin C ini mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1970-an. Sampai saat ini brokoli sudah sangat popular sebagai bahan pangan. Sudah sejak lama jenis sayuran yang mirip dengan kembang kol ini dipercaya memiliki khasiat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah untuk mengatasi segala urusan lambung. Seperti sayuran lainnya, brokoli kaya akan provitamin A atau karotenoid, vitamin E, asam folat dan vitamin C. Menurut beberapa pakar kecantikan, vitamin A pada brokoli mengandung antioksidan yang lebih baik dibandingkan antioksidan yang dimiliki oleh vitamin C. Selain itu, manfaatnya pada peremajaan kulit sangat baik karena revitalisasi evitel vitamin A dapat menghambat dan memperlambat penuaan pada kulit. Itu adalah salah satu dari sekian manfaat brokoli. Berikut beberapa ulasan mengenai manfaat brokoli serta cara mendapatkannya. Mengatasi Semua Masalah Lambung Brokoli bermanfaat untuk mengatasi sembelit. Dari masalah yang paling ringan. Brokoli mengandung nutrisi, fivonoid, dan serat. Seperti kita tahu bahwa serat dibutuhkan oleh tubuh untuk memperlancar proses pencernaan. Dan serat pada brokoli dapat mencegah timbulnya konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan sembelit. Penelitian terbaru dan lebih spesifik memberikan gambaran bahwa brokoli mampu menekan resiko beragam gangguan pencernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut. Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli menemukan fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama 2 bulan dapat melindungi menusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, dan kanker perut. Zat yang terdapat dalam brokoli yang paling penting untuk mencegah urusan lambung adalah sulforaphane juga mampu meningkatkan produksi enzim di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen (menyebabkan kanker) yang dan mengeluarkannya dari sel. Selain itu, sulforaphane memiliki kemampuan untuk membunuh Helicobacter pylori (kuman pengganggu kerja lambung). Dan dalam dunia medis, kuman tersebut adalah penyebab utama luka dan kanker dan lambung. Mencegah kerusakan sel pembuluh darah pada penyakit diabetes. Selain untuk urusan lambung, peneliti dari Universitas Warwick meyakini jika sulforaphane memiliki peran dalam memulihkan kembali pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum ditemui di kalangan orang tua. Penyakit aktivitas sehari-hari penderitanya. Sebenarnya sudah sejak lama brokoli diyakini memiliki peranan penting untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Banyak peneliti yang menduga bahwa brokoli mengandung senyawa antiacetylcholinesterase. Dalam penelitian yang dilakukan oleh King College di London, brokoli dianggap memiliki sifat antiacetylcholineaterase paling kuat. Cara Mengambil Manfaat dari Brokoli Untuk mendapatkan manfaat yang sudah disebutkan di atas, tentunya tak lantas begitu saja Anda bisa membeli brokoli dan mengonsumsinya. Kemudian berharap mendapatkan manfaatnya. Brokoli yang bagus memiliki warna hijau gelap dan bertekstur jelas kasar. Ada beberapa cara untuk mengonsumsi brokoli, supaya Anda tetap mendapatkan manfaat bagi kesehatan. Bila Anda menyukai sayuran segar, brokoli bisa Anda konsumsi langsung. Atau bisa juga Anda jadikan sebagai salah satu isi lalapan dan juga dicampur dengan sayuran lain untuk salad. Pilihan lain, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus.
Bila Anda tak terlalu suka mengonsumsi langsung, Anda bisa memilih untuk merebus terlebih dahulu. Namun perlu diperhatikan, sebaiknya Anda tak mengukus atau merebus brokoli lebih dari 5 menit 1 inchi di atas air mendidih. Karena kandungan sulforaphane bisa hilang bila brokoli terlalu lama dimasak. Dan perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam brokoli segar lebih tinggi dibanding pada brokoli yang direbus atau kukus terlalu matang. Bila ingin mencuci brokoli, sebaiknya Anda lakukan dengan mencucinya pada air kran yang dingin. Dan sebaiknya Anda jangan merendam brokoli karena zat aktif maupun nutrisinya dapat larut dalam air.
